Minggu, 12 Juni 2011

TERATOGENESIS



Definisi Teratogenesis
Teratogen adalah suatu obat atau zat yang menyebabkan pertumbuhan janin yang abnormal. Kata teratogen berasal dari bahasa Yunani yaitu ‘teratos’, yang berarti monster, dan ‘genesis’ yang berarti asal. Jadi teratogenesis didefinisikan sebagai asal terjadinya monster atau proses gangguan proses pertumbuhan yang menghasilkan monster.
Dalam istilah medis, teratogenik berarti terjadinya perkembangan tidak normal dari sel selama kehamilan yang menyebabkan kerusakan pada embrio sehingga pembentukan organ-organ berlangsung tidak sempurna (terjadi cacat lahir).
Ilmu yang mempelajari tentang teratogenesis adalah teratologi.
Teratologi adalah studi tentang kelainan perkembangan fisiologi.
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya teratogenesis adalah teratogen.

Prinsip-Prinsip Teratologi
Prinsip-prinsip teratologi perrtama kali dirumuskan oleh Wilson pada 1959 dan telah teruji oleh perjalanan waktu. Prinsip ini meliputi :
1.Kerentanan terhadap teratogenesis tergantung pada genotif konseptus dan cara kkomposisi genetic ini berinteraksi dengan lingkungan. Genom ibu jugs penting dalam hal metabolism obat, ketahanan terhadap infeksi, dan proses-proses biokimiawi serta molukuler lainnya yang akan mempengaruhi perkembangan konseptus.
2.Kerentanan terhadap teratogen berbeda-beda menurut stadium perkembangnan saat paparan.
Masa yang paling sensitive untuk timbulnya cacat lahir adalah masa kehamilan minggu ketiga hingga kedelapan , yaitu masa embriogenesis. Masing-masing sistem organ mungkin mempunyai satu atau beberapa stadium kerentanan.
 Contohnya,
 palatoskisis dapat terbentuk pada tingkat blastokista (hari ke-6), masa gastrulasi (hari ke-14), pada tingkat tunas tungkai dini (minggu ke-5), atau ketika bilah-bilah palatum sedang terbentuk (minggu ke-7). Selanjutnya, meskipun kebayakan kelainan terjadi selama masa embriogenesis, cacat bisa juga terjadi sebelum atau sesudah masa ini, sehingga tidak ada satu masa yang benar-benar aman.
3. Manifestasi perkembangan abnormal tergantung pada dosis atau lamanya paparan terhadap suatu teratogen.
4. Teratogen bekerja dengan cara (mekanisme) yang spesifik pada sel-sel dan jaringan yang sedang berkembang untuk memulai embriogenesis (patogenesis) yang abnormal.
5.Manifestasi perkembangan abnormal adalah kematian, malformasi, keterlambatan pertumbuhan, dan gangguan fungsi.

Macam-Macam Teratogenesis
Dalam Teratogenesis dapat di kelompokkan menjadi beberapa macam, sesuai penyebabnya antara lain :
1. Kembar Dempet
Kembar dempet yang ringan disebut kembar siam sedangkan kembar yang parah disebut monster double atau duplex.
Kembar dempet berasal dari 2 kemungkinan
1. Tak sempurnanya pembelahan primitive streake kiri kanan
2.Tak sempurnanya lapis benih membelah
Contoh kembar dempet :
Tthoracopagus (dada bertaut).
Eraniopagus (kepala bertaut).
Phygopagus (pinggul bertaut).
2. Teratoma
Tumor yang mengandung jaringan derivet 2 (tiga lapisan benih).
3. Cacat Fisik saat Lahir
Kurang jari-jari tangan dan kaki dll.
Kurang organ-organ pital.
4. Teratologi
Cacat terjadi karena:
1. Gangguan pertumbuhan kuncup suatu alat
2. Terhenti pertumbuhsn di tengah jalan
3. Kelebihan pertumbuhan
4. Salah arah differensiasi 

Faktor Penyebab Teratogenesis
1. Faktor Lingkungan 
    Agen-agen infektif 
       Toksoplasmosis
       Sifilis
       Virus Herpes Simpleks
   Radiasi
   Zat-zat Kimia

2. Faktor Kromosom dan Genetik
    Kelainan Jumlah Kromosom
    Kelainan-kelainan Struktural Kromosom

Cara Penanggulangan dan Pencegahan
*Banyak mengonsumsi makanan-makanan yang memiliki gizi yang baik seperti sayur, buah-buahan, susu, dan lain-lain
*Kurangi mengkonsumsi zat-zat kimia seperti alkohol,antibiotik berlebih, rokok, obat-obatan
*Hindari berbagai macam radiasi seperti sinar X
*Waspadai virus-virus yang sedang berkembang di lingkungan sekitar.

0 komentar:

Poskan Komentar