Rabu, 01 Juni 2011

Hati- hati Sembelit


Konstipasi atau sering disebut sembelit adalah kelainan pada sistem pencernaan di mana seorang manusia (atau mungkin juga pada hewan) mengalami pengerasan feses atau tinja yang berlebihan sehingga sulit untuk dibuang atau dikeluarkan dan dapat menyebabkan kesakitan yang hebat pada penderitanya. Konstipasi yang cukup hebat disebut juga dengan obstipasi. Dan obstipasi yang cukup parah dapat menyebabkan kanker usus yang berakibat fatal bagi penderitanya.

Pengeluaran feses merupakan akhir proses pencernaan. Sisa-sisa makanan yang tidak dapat dicerna lagi oleh saluran pencernaan, masuk ke dalam usus besar (kolon) sebagai massa yang tidak mampat serta basah. Di sini kelebihan air dalam sisa-sisa makanan tersebut diserap oleh tubuh. Kemudian massa itu bergerak ke rectum (dubur), yang dalam keadaan normal mendorong terjadinya gerakan peristaltic usus besar.

Secara normal pengeluaran kotoran terjadi sekali atau dua kali tiap 24 jam. Begitu pun hal itu amat bervariasi untuk tiap-tiap orang. Ada orang yang lebih sering buang hajatnya ketimbang orang lain. Bahkan, ada juga orang yang sampai beberapa hari baru buang air besar tanpa menderita gangguan kesehatan. Jadwal tetap untuk buang air besar ini memang belum jelas.


Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya sembelit adalah:
  • pola makan yang tidak seimbang, seperti kurangnya makanan berserat (sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, beras tumbuk, agar-agar, dan lain-lain).
  • kurangnya cairan yang menyebabkan feses tidak lunak bahkan mengeras seperti batu
  • Kebiasaan menunda buang air besar, hal ini menyebabkan keinginan buang besar lama-lama menjadi hilang.
  • Kurang aktivitas gerak dan pekerjaan yang menuntut duduk terlalu lama. Hal tersebut menyebabkan usus besar kurang bekerja sehingga feses sulit turun
  • gangguan mekanis pada usus seperti kanker, radang dinding usus, usus yang menonjol keluar dan lain-lain. Gangguan pada saluran pencernaan tersebut tersebut menyebabkan proses pencernaan juga terganggu, sehingga buang air besar menjadi tidak lancar dan tidak teratur.

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mencegah sembelit
  • menkonsumsi makanan yang kaya akan serat seperti buah-buahan dan sayur-sayuran. Serat bekerja menghisap air sehingga feses menjadi lunak dan mudah dikeluarkan, serat juga dapat membantu mengeluarkan kolesterol dari usus.
  • minumlah air minimal 2 liter sehari. Air sangat membantu proses pencernaan makanan yaitu melunakkan dan melarutkan makanan yang larut dalam air, sehingga sari-sari makanan mudah terserap dan ampas makanan (feses) tidak mengeras.
  • Kurangi minum kopi atau minuman ringan yang mengandung kafein
  • Bayi yang minum susu kaleng biasanya fesesnya mengeras. Untuk melunakkannya perlu diberi makanan buah-buahan dan sayuran.
  • Jangan menunda buang air besar, biasakan buang air besar setiap hari,
  • Melakukan gerak tubuh seperti berolahraga agar dapat memperlancar metabolisme dalam tubuh.
  • Jangan duduk terlalu lama sepanjang hari, selingi dengan berjalan-jalan.

Sedangkan bila Anda mengalami sembelit dengan tanda-tanda berikut ini,seperti:
• Sembelit yang terjadi mendadak.
• Sembelit yang berat dan bertambah buruk.
• Sembelit yang disertai dengan turunnya berat badan dan tidak ada perubahan dengan penanganan yang  sederhana seperti banyak makan serat, banyak minum dan lain sebagainya.
• Sembelit yang terjadi lebih dari 3 minggu.
• Sembelit yang disertai keluhan demam, lemas atau adanya darah pada feses.

Maka sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter. Jangan menggunakan pencahar tanpa pengawasan atau berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.



0 komentar:

Poskan Komentar