Kamis, 02 Juni 2011

Kanker Tulang - Osteosarkoma (Sarkoma Osteogenik)


Kanker tulang mempunyai 2 jenis yang berbeda, kanker tulang metastatik atau sekunder dan kanker tulang primer.
Kanker tulang metastatik atau kanker tulang sekunder, yakni kanker dari organ lain yang menyebar ke tulang, jadi kankernya bukan berasal dari tulang. contohnya adalah kanker paru yang menyebar ke tulang, di mana sel-sel kankernya menyerupai sel paru dan bukan merupakan sel tulang.
Dan satunya lagi kanker tulang primer, merupakan kanker yang berasal dari tulang. Termasuk dalam kategori ini adalah adalah: mieloma multipel; osteosarkoma; fibrosarkoma dan histiositoma fibrosa maligna; kondrosarkoma; tumor ewing; limfoma tulang maligna.

Kanker tulang lainnya yang cukup berbahaya adalah osteosarkoma (sarkoma osteogenik), yang biasanya berhubungan dengan periode kecepatan pertumbuhan pada masa remaja.

Osteosarkoma (Sarkoma Osteogenik) atau kanker tulang adalah tumor tulang ganas primer, dimana tumor ganas
ini memproduksi tulang dan sel-selnya berasal dari sel mesenkimal primitif. Berdasarkan WHO
definisi osteosarkoma adalah:
Primary high grade malignant tumour in which the neoplastic cells produce osteoid (Christopher
D.M., 2002: 264).
Berdasarkan penilaian klinis, radiologis dan histopatologis yang cermat dari masing-masing
tumor tulang, maka dapat ditentukan staging tumor tersebut. Staging berlaku untuk tumor jinak
dan tumor ganas tulang. Sistem staging yang dipakai untuk tumor tulang ialah Surgical Staging
System dari Enneking.
Untuk tumor ganas ada 3 tingkat stadium, yaitu:
1. Stadium I, bila derajat keganasannya rendah.
2. Stadium II, artinya tumor mempunyai derajat keganasan tinggi.
3. Stadium III, yang berarti tumor sudah menyebar.

Osteosarkoma cenderung tumbuh di tulang paha (ujung bawah), tulang lengan atas (ujung
atas) dan tulang kering (ujung atas).Ujung tulang-tulang tersebut merupakan daerah dimana
terjadi perubahan dan kecepatan pertumbuhan yang terbesar. Meskipun demikian,
osteosarkoma juga bisa tumbuh di tulang lainnya.

Osteosarkoma dibagi menjadi dua tipe :
1. Tipe sentral yaitu tumor yang tumbuhnya di dalam tulang.
2. Tipe perifer yaitu tumor yang tumbuhnya di permukaan tulang.
Gejala yang paling sering ditemukan adalah nyeri. Sejalan dengan pertumbuhan tumor, juga
bisa terjadi pembengkakan dan pergerakan yang terbatas. Tumor di tungkai menyebabkan
penderita berjalan timpang, sedangkan tumor di lengan menimbulkan nyeri ketika lengan
dipakai untuk mengangkat sesuatu benda.
ronsen tulang Pembengkakan pada tumor mungkin teraba hangat dan agak memerah. Tanda
awal dari penyakit ini bisa merupakan patah tulang karena tumor bisa menyebabkan tulang
menjadi lemah. Patah tulang di tempat tumbuhnya tumor disebut fraktur patologis dan seringkali
terjadi setelah suatu gerakan rutin. Berdasarkan Jess H. Lonner, tanda osteosarkoma adalah :
Paint and swelling, decreased range of motion, localized warmth and pathological fracture.
(Jess H. Lonner, 1999: 243).

Pemeriksaan yang biasa dilakukan:
- Rontgen tulang yang terkena untuk melihat luasnya kerusakan tulang
- Rontgen dada untuk melihat adanya penyebaran ke paru-paru
- Bone Scan tulang untuk melacak penyebaran ke tulang yang lain
- Pemeriksaan darah yaitu alkaline phosphatase serum
- Pemeriksaan histopatologi dengan biopsi jarum dan biopsi terbuka

Penanganan
Hampir setiap kanker tulang ganas dengan segala kondisi apapun, dahulu selalu dilakukan
amputasi untuk menghindari kematian. Sekarang dengan kemampuan ilmu pengetahuan dan
teknologi dapat dilakukan cara lain yang lebih “terhormat” yaitu menggunakan metode teknik
baru limb salvage, dimana teknik terapi baru ini telah dikembangkan di hampir semua pusat
penyembuhan kanker di seluruh dunia.

Tujuan operasi adalah untuk menghilangkan tumor lokal pada tulang yang terkena.
Menurut Prof. Errol, operasi ini dibagi menjadi dua:
1. Limb salvage yaitu tulang yang terkena tumor ganas disambung dengan bekas kaki
pasien lain yang baru saja meninggal dunia atau tulang yang terkena tumor pada stadium dini
dimatikan dulu dengan radiasi kemudian dipasang lagi.
2. Limb ablation yaitu tulang yang terkena tumor ganas di amputasi. (Errol, 2005: 29).
Sekarang sebelum dilakukan pembedahan, diberikan kemoterapi yang biasanya akan
menyebabkan tumor mengecil. Kemoterapi juga penting karena akan membunuh setiap sel
tumor yang sudah mulai menyebar.
Kemoterapi yang sekarang dianut adalah neo ajuvant therapy, pada metode ini diberikan
terlebih dahulu 3 siklus kemoterapi pra operasi dan kemudian diberikan lagi kemoterapi pasca
bedah 3 siklus. Kemoterapi yang biasa diberikan adalah metotreksat dosis tinggi dengan
leukovorin, Doxorubicin (adriamisin), Cisplatin, Cyclophosphamide (sitoksan), dan Bleomycin.

Prognosis
Pada permulaannya prognosis osteosarkoma adalah buruk, five years survival rate-nya hanya
berkisar antara 10-20%, belakangan ini dengan terapi ajuvan berupa kemoterapi yang intensif,
maka five years survival rate menjadi lebih baik, mencapai 60-70%, bahkan ada yang mencapai
100%.
Berkat kemoterapi pra bedah maka tindakan amputasi juga sudah jauh berkurang. Sekarang di
pusat-pusat pengobatan kanker tulang yang lengkap, lebih sering dilakukan tindakan limb
salvage.

Pencegahan
Bagaimana mencegah agar tidak terjangkit penyakit ini, yang terpenting adalah dengan melakukan pola makan dan gaya hidup yang sehat. Pola makan yang sehat tidak perlu harus memakan makanan yang mahal, cukup memenuhi syarat nutrisi dibutuhkan. Begitu pula dengan rajin berolahraga, terutama di bawah sinar matahari pagi, sangat baik untuk menjaga kesehatan tulang.

Sumber : Dari Berbagai Sumber

0 komentar:

Poskan Komentar