Sabtu, 14 Mei 2011

KISTA OVARIUM



KISTA
Penyakit kista boleh jadi hanya terjadi pada wanita. Pasalnya, penyakit satu ini menyerang ovarium atau indung telur pada rahim wanita. Kista sering tidak dapat terdeteksi secara dini, karena memiliki gejala umum pada awalnya. Biasanya, gejala yang ditunjukkkan adalah sama seperti gejala saat wanita mengalami menstruasi berlebihan, sebaiknya harus diwaspadai karena merupakan salah satu indikasi adanya kista.
Jika menyebut kista, pengertian yang terbentuk adalah suatu penyakit yang menyerang daerah perut tepanya di rahim. Namun sebenarnya, kista adalah salah satu bagian dari tubuh dimana membentuk suatu benjolan berisi cairan dan bisa menyerang bagian mana saja. Salah satu yang populer disebutkan yakni kista ovarium atau indung telur.
Ovariunm adalah salah satu organ reproduksi pada wanita yang berfungsi menghasilkan ovum (sel telur). Proses pematangan sel \telur juga terjadi di dalam ovarium. Ovarium menyekresikan hormon-hormon penting seperti estrogen dan progesteron yang berperan dalam pengaturan siklus menstruasi. Wanita memiliki satu pasang ovarium yang terletak di kanan dan kiri uterus atau rahim, di bawah tuba uterina. Ada dua hormon yang berpengaruh penting untuk fungsi ovarium yaitu follicle stimulating hormone (FSH)  luteinizing hormone (LH).

Beberapa gejala klinis kista ovarium:
1.      Sering tanpa gejala
2.      Nyeri saat menstruasi
3.      Nyeri di bagian perut bawah
4.      Nyeri pada saat berhubungan badan
5.      Nyeri pada punggung terkadang menjalar sampai ke kaki
6.      Kadang disertai nyeri saat buang air kecil atau buang air besar
7.      Siklus menstruasi tidak teratur dan mengeluarkan  banyak darah.
 
Cara Mendeteksi Kista
Sebagian besar wanita tidak menyadari bila dirinya menderita kista. Jika kista menimbulkan gejala, maka keluhan yang paling sering dirasakan adalah rasa nyeri pada perut bagian bawah dan pinggul. Pada umumnya, gejala yang ditunjukkan sama seperti saat haid atau menstruasi.
Menurut Dokter Spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan RS Dr Oen Surakarta, dr Djoko Moeljono SpoG, kista tidak memiliki gejala yang spesifik, maka pemeriksaan ultrasonografi atau USG sampai saat ini masih menjadi pilihan utama untuk mendeteksi adanya kista. Selain itu, MRI dan CT Scan juga bisa dipertimbangkan tetapi tidak sering dilakukan karena pertimbangan biaya.Sementara itu, kata Djoko, untuk penatalaksanaan atau pengobatan kista dilakukan dengan dua cara yaitu dengan observasi dan operasi. “Jika kista tidak menimbulkan gejala, maka cukup dengan memonitornya atau dipantau selama satu 

Beberapa gejala klinis kanker ovarium:
1.      Perubahan menstruasi
2.      Rasa sakit atau sensasi nyeri saat bersenggama
3.       Gangguan pencernaan yang menetap seperti kembung dan mual
4.      Selain itu juga adanya perubahan kebiasaan buang air besar misalnya sembelit
5.      Perubahan berkemih misalnya sering kencing
6.      Perut membesar
7.      Kehilangan selera makan atau cepat kenyang
8.      Mudah capek
9.      Nyeri pada tulang punggung bawah.


0 komentar:

Poskan Komentar